Minggu, 14 Juni 2009

CALEG BICARA

Dulu kami pernah mewawancarai salah satu caleg DPRD nomor urut dari PPP yang bernama Drs. Djaya Ali sebelum pemilu anggota legislatif dilaksanakan.

Hal yang kami fokuskan pada wawancara saat itu adalah tentang UMR (Upah Minimun Regional). UMR selalu jadi permasalahan tiap tahunnya. Dalam setiap demo buruh 1 Mei, issu UMR tidak pernah absen dari daftar tuntutan. Banyak perusahaan-perusahaan yang melanggar ketentuan upah ini. Akibatnya, kesejahteraan buruh terancam.

Selain itu kami juga menanyakan tentang issu krisis global yang sekarang sedang menyerang dunia termasuk Negara Adidaya Amerika Serikat. Tidak lupa pula kami menanyakan visi misi-nya sebagai caleg.

Baru-baru ini kami mewawancarainya lagi. Hanya sedikit yang kami tanyakan, yaitu pendapat ia selaku caleg yang telah terpilih sebagai anggota DPRD seputar pilpres.

Apa saja komentar ia terhadap issu-issu yang kami tanyakan? Berikut wawancaranya:

Kalau kita perhatikan di lingkungan sekitar ini masih banyak pengangguran dan survey juga masih banyak yang mendapatkan gaji di bawah UMR apa cara membenahi hal ini akan ada dalam program kerja anda?
Jadi masalah, pasti. Pengangguran ini ada 2 kemungkinan, apakah memang tidak ada peluang, atau memang orangnya malas bekerja, tapi soal pekerjaan itu tanggung jawab pemerintah seperti menciptakan lapangan pekerjaan.

Sekarang ini alasan untuk tidak bekerja sebenarnya kecil sekali, mungkin kebanyakan lebih memilih menanggur dari pada mendapatkan upah yang tidak sesuai. Sebenarnya lapangan pekerjaan itu bisa kita ciptakan sendiri.

Kalau masalah kesehatan dan pendidikan ada gak dalam program kerja anda ?
Ya. Artinya itu kan kerja partai di dewan itu kerja kolektif, kerja bersama, artinya semua partai itu punya perhatian tentang kesehatan, pendidikan, dsb. Keputusan – keputusan yang kita lahirkan memang hasil kerja sama dari semua partai tidak dari 1 partai saja.

Kalau itu mungkin gagasannya keluar dari 1 partai dan semua akan mensupport katakanlah pelayanan kesehatan murah saya rasa semua partai akan setuju. Namun, bagaimana keuangan pemerintah DKI dapat merealisasikan keinginan pendidikan dan kesehatan murah.


Apakah yang akan anda benahi terlebih dahulu jika anda terpilih sebagai anggota legislative?
Sampai sekarang saya belum tahu saya di tempatkan di komisi apa dan bidangnya apa. Artinya saya belum bisa bicara. Jadi pertanyaan ini belum bisa saya jawab. Karena saya belum tau partai menempatkan saya di komisi apa.

Kita ketahui nama ketua umum PPP sendiri Suryadharma Ali sedangkan anda Djaya Ali apakah anda ada hubungan saudara atau berharap bisa mengikuti jejaknya karena mempunyai nama – nama yang mirip?
Ohh, kalau itu si kebetulan saja. Semua orang bisa menggunakan nama Ali, jadi menurut saya g ada sangkut pautnya, dan tidak ada hubungan keluarga.

Tahun 2009 ini kan masih ada dampak krisis Global apakah anda merasakannya apalagi anda mencalonkan diri menjadi caleg?
Ya jelas, kita ini kan hidup di dunia, jadi orang – orang yang ada di dunia ini akan terpengaruh, krisis Global ini kan krisis dunia krisis keuangan dunia, jadi semuanya pasti kena.

Tapi dalam pribadi anda mencalonkan diri sebagai caleg apakah terlalu berpengaruh sekali ?
Ohh tidak, krisis Global itu akan sangat berpengaruh kepada pengusaha – pengusaha nah saya bukan pengusaha, andaikata ada pengaruh, itu pun kecil.

Menyingkapi masalah UMR apakah anda mempunyai solusi?
UMR itu tergantung kekuatan nasional kita. Kekuatan ekonomi nasional kita di pengaruhi oleh kekuatan ekonomi regional dan Global, terus UMR dan Upah minimum Propinsi (UMP) sangat tergantung pada ekonomi daerah masing – masing. Karena UMR itu di tentukan oleh PEMDA.

Pertanyaan tambahan untuk anda, sekarang sudah ada 3 pasang calon capres dan wakilnya, bagaimana kans dari capres dan cawapres di daerah Jakarta selatan dan sekitarnya, terutama Pondok Pinang?
Kalau diliat dari antusiasme masyarakat Pondok Pinang, sepertinya dukungan untuk pak SBY masih cukup menopang. Namun, kita belum tau kontrak kerja apa saja yang ditawarkan kepada masyarakat di lingkungan sini oleh capres cawapres yang lain. Bisa jadi kalau kontrak kerjanya cocok, masyarakat alih – alih mendukung pasangan yang lain. Kecuali mungkin pendukung parpol – parpol pasangan itu sendiri.

Bagaimana partai anda menentukan pilihan, kepada pasangan yang mana PPP lebih berpihak?
Kalau ini sih, kita gak bisa kasih kepastian. Soalnya kan orang pilihannya beda – beda. Kita gak bisa mengkelompokan. Tapi, mungkin kalau ketua umum sudah beraliansi dengan mendukung pak SBY, bisa di pastikan partai PPP mendukung sepenuhnya untuk pasangan Pa SBY dan Boediono.

Apa bisa di pastikan di daerah Pondok Pinang memilih SBY ?

Kalau ini jelas belum tentu, namun mungkin mayoritas orang – orang disini masih menyukai kinerja Pak SBY.

3 komentar:

  1. wah, menurut saya ppp harus mengalami pembaruan didalamnya tuh brur

    BalasHapus
  2. EYD-nya masiih kacaau...

    BalasHapus
  3. calegnya radagimnaaa gtu...
    gk mencerminkan dy sebagai pemimpin...

    BalasHapus